“ Umrah ke umrah merupakan kafarah (dosa) di antara keduanya. Sedangkan haji mabrur tiada balasan baginya kecuali surga ” HR Malik, Bukhari
Umrah JAYYID 19 Oktober 2026 . Free Kereta Cepat Haramain Express
35Total seat
Tersedia
Rp 42.500.000
/pax
Umrah MUMTAZZ 20 Juli 2026 . Free Kereta Cepat Haramain Express
35Total seat
Tersedia
Rp 49.500.000
/pax
Umrah JAYYID JIDDAN 12 November 2026 . 2x Jum'atan . Free Kereta Cepat Haramain Express . Free Thaif
35Total seat
Tersedia
Rp 45.500.000
/pax
Umrah MUMTAZZ 21 Desember 2026 . Free Kereta Cepat Haramain Express
35Total seat
Tersedia
Rp 54.400.000
/pax
Umrah MUMTAZZ 19 Oktober 2026 . Free Kereta Cepat Haramain Express
35Total seat
Tersedia
Rp 51.200.000
/pax
Umrah JAYYID JIDDAN 24 September 2026 . 2x Jum'atan . Free Kereta Cepat Haramain Express . Free Thaif
35Total seat
Tersedia
Rp 44.500.000
/pax
Umrah JAYYID 21 Desember 2026 . Free Kereta Cepat Haramain Express
35Total seat
Tersedia
Rp 44.300.000
/pax
Umrah MUMTAZZ 03 Agustus 2026 . Free Kereta Cepat Haramain Express
35Total seat
Tersedia
Rp 49.500.000
/pax
Baca Artikel terbaru dari kami Lihat Semua
PERTANYAAN Seseorang yang sudah tua renta berniat ikhram untuk Umrah, tetapi sampai di Makkah ia terkendala kesehatan sehingga tidak bisa menyelesaika...
<p>Orang yang memiliki utang, apakah ia tetap wajib menunaikan Haji?</p><p> </p><p>Jawaban:</p><p>Jika seseorang memiliki hutang yang jumlahnya menghabiskan seluruh harta yang dimilikinya, maka ia tidak wajib melaksanakan Haji. Hal ini karena Allah Subhanahu wa taala hanya mewajibkan Haji bagi orang yang mampu, sebagaimana firman-Nya:</p><p> </p><p>وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا</p><p>“Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah Haji ke Baitullah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana.” (QS. Ali Imran: 97)</p><p> </p><p>Orang yang jumlah hutangnya menghabiskan hartanya tidak dianggap mampu untuk Haji, sehingga ia harus mendahulukan melunasi utangnya. Jika di kemudian hari ia telah mampu setelah melunasi utang, barulah ia wajib melaksanakan Haji.</p><p> </p><p>Sedangkan jika besaran hutangnya lebih kecil dari harta yang dimilikinya sehingga setelah melunasi utang masih tersisa cukup biaya untuk Haji maka ia tetap wajib melaksanakan Haji, baik hutang itu bersifat wajib maupun sunnah. Namun, pelaksanaan Haji yang wajib harus didahulukan, sedangkan Haji sunnah bersifat pilihan: boleh dilaksanakan jika diinginkan, dan tidak ada dosa jika memilih untuk tidak melaksanakannya.</p><p> </p><p> </p><p> (Diterjemahkan dari kitab Fatawa Arkanul Islam, Syekh Ustamin hal.501)</p>
<p style="text-align: justify">Salah satu pertanyaan yang sering diajukan oleh calon jamaah adalah, apakah umrah perlu vaksin? Jawabannya adalah ya. Sebelum berangkat ke Tanah Suci, setiap jamaah perlu memenuhi persyaratan kesehatan yang ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi.Saat ini, vaksin meningitis dan vaksin polio merupakan vaksin yang wajib dipenuhi sebagai bagian dari persiapan keberangkatan umrah. Tujuannya adalah untuk melindungi kesehatan jamaah sekaligus mencegah penyebaran penyakit menular di tengah jutaan umat Islam yang berkumpul dari berbagai negara.</p><h2 style="text-align: justify">Mengapa Vaksin Wajib untuk Jamaah Umrah?</h2><p style="text-align: justify">Ibadah umrah mempertemukan jutaan jamaah dari berbagai belahan dunia dalam satu waktu dan tempat. Aktivitas yang padat, keramaian, serta interaksi antarjamaah meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular.</p><p style="text-align: justify">Oleh karena itu, Pemerintah Arab Saudi menetapkan persyaratan vaksinasi sebagai langkah pencegahan agar seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, sehat, dan nyaman.</p><h2 style="text-align: justify">Vaksin Wajib Umrah</h2><h3 style="text-align: justify">1. Vaksin Meningitis</h3><p style="text-align: justify">Vaksin meningitis bertujuan untuk melindungi jamaah dari penyakit meningitis meningokokus, yaitu infeksi pada selaput otak dan sumsum tulang belakang yang disebabkan oleh bakteri <em>Neisseria meningitidis</em>.</p><p style="text-align: justify">Penyakit ini dapat menular melalui percikan air liur saat batuk, bersin, atau kontak dekat dengan penderita. Mengingat kondisi di Tanah Suci yang dipenuhi jutaan jamaah dari berbagai negara, risiko penularan menjadi lebih tinggi apabila tidak dilakukan pencegahan.</p><p style="text-align: justify">Manfaat vaksin meningitis antara lain:</p><ul><li><p style="text-align: justify">Melindungi tubuh dari infeksi meningokokus.</p></li><li><p style="text-align: justify">Mengurangi risiko penularan di lingkungan yang padat.</p></li><li><p style="text-align: justify">Menjadi salah satu syarat kesehatan untuk keberangkatan umrah.</p></li></ul><h3 style="text-align: justify">2. Vaksin Polio</h3><p style="text-align: justify">Selain meningitis, jamaah juga diwajibkan mendapatkan vaksin polio sesuai ketentuan yang berlaku.</p><p style="text-align: justify">Polio merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan dapat menyerang sistem saraf hingga menyebabkan kelumpuhan permanen. Virus ini dapat menyebar melalui makanan, minuman, atau lingkungan yang terkontaminasi.</p><p style="text-align: justify">Pemberian vaksin polio bertujuan untuk:</p><ul><li><p style="text-align: justify">Melindungi jamaah dari infeksi virus polio.</p></li><li><p style="text-align: justify">Mencegah penyebaran virus antarnegara.</p></li><li><p style="text-align: justify">Mendukung program eradikasi polio secara global.</p></li></ul><h2 style="text-align: justify">Kapan Sebaiknya Melakukan Vaksin?</h2><p style="text-align: justify">Calon jamaah disarankan untuk melakukan vaksin</p><p>asi minimal beberapa minggu sebelum jadwal keberangkatan. Dengan demikian, tubuh memiliki waktu yang cukup untuk membentuk kekebalan dan seluruh dokumen vaksin dapat dipersiapkan se</p><p style="text-align: justify">belum proses penerbitan visa maupun keberangkatan.</p><p style="text-align: justify">Sebaiknya jangan menunda vaksinasi hingga mendekati hari keberangkatan agar tidak mengganggu jadwal perjalanan.</p><h2 style="text-align: justify">Di Mana Jamaah Bisa Mendapatkan Vaksin?</h2><p style="text-align: justify">Vaksin umrah dapat dilakukan di:</p><ul><li><p style="text-align: justify">Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang ditunjuk pemerintah.</p></li><li><p style="text-align: justify">Rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan pemerintah.</p></li><li><p style="text-align: justify">Lokasi vaksinasi yang direkomendasikan oleh penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU).</p></li></ul><p style="text-align: justify">Pastikan vaksin dilakukan di fasilitas kesehatan resmi agar sertifikat vaksin yang diterbitkan dapat digunakan untuk memenuhi persyaratan perjalanan.</p><h2 style="text-align: justify">Persiapan Lain Sebelum Berangkat Umrah</h2><p style="text-align: justify">Selain vaksin wajib, jamaah juga perlu mempersiapkan:</p><ul><li><p style="text-align: justify">Paspor yang masih berlaku.</p></li><li><p style="text-align: justify">Kondisi kesehatan yang prima dengan menjaga pola makan, istirahat yang cukup, serta rutin berolahraga ringan.</p></li></ul><p style="text-align: justify">Persiapan yang matang akan membantu jamaah menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lebih tenang dan khusyuk.</p><h2 style="text-align: justify">Kesimpulan</h2><p>Apakah umrah perlu vaksin? Ya. Saat ini, vaksin meningitis dan vaksin polio merupakan vaksin wajib yang harus dipenuhi oleh calon jamaah umrah sesuai ketentuan yang berlaku.Melakukan vaksinasi bukan hanya untuk memenuhi persyaratan perjalanan, tetapi juga sebagai bentuk ikhtiar menjaga kesehatan diri sendiri dan jamaah lainnya selama berada di Tanah Suci.Jika Anda berencana menunaikan ibadah umrah, pastikan seluruh persyaratan kesehatan telah dipenuhi jauh sebelum jadwal keberangkatan agar proses perjalanan berjalan lancar.</p><hr><h2 style="text-align: justify">Umrah Lebih Tenang Bersama Nur Ramadhan Wisata</h2><p style="text-align: justify">Nur Ramadhan Wisata siap mendampingi Anda mulai dari proses pendaftaran, pengurusan dokumen, vaksinasi, manasik, hingga keberangkatan ke Tanah Suci.Tim kami akan membantu memastikan seluruh persyaratan umrah, termasuk dokumen kesehatan dan vaksin wajib, terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku sehingga Anda dapat beribadah dengan lebih nyaman dan fokus.Hubungi tim Nur Ramadhan Wisata </p><p style="text-align: justify">untuk mendapatkan informasi paket umrah terbaru dan konsultasi gratis.</p>
<p>PERTANYAAN<br></p><p>1. Apakah haji seseorang yang tidak shalat dan tidak puasa sah?</p><p>2. Apakah ia wajib mengganti ibadah yang ditinggalkan setelah bertaubat?</p><p></p><p>JAWABAN</p><p>- Meninggalkan shalat adalah perbuatan yang menjadikan pelakunya keluar dari agama Islam, dan berpotensi kekal di neraka. Hal ini didasarkan pada dalil Al-Qur'an, Sunnah, serta kesepakatan para ulama salaf. Oleh karena itu, orang yang tidak shalat tidak boleh masuk ke Mekkah, sesuai firman Allah subhanahu wa taala:</p><p>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَٰذَا</p><p></p><p>“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram setelah tahun ini.” (QS At-Taubah: 28)</p><p></p><p>- Haji yang dikerjakan dalam keadaan tidak shalat tidak sah, tidak diterima, dan tidak bernilai pahala. Hal ini disebabkan karena orang yang tidak shalat berstatus kafir, sedangkan amal ibadah orang kafir tidak diterima Allah Subhahu wa taala.</p><p>Allah subhanahu wa taala berfirman:</p><p>وَمَا مَنَعَهُمْ أَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمُ النَّفَقَاتُ إِلَّا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَىٰ وَلَا يُنْفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَارِهُونَ</p><p></p><p>“Dan tidaklah yang menghalangi amal mereka diterima, melainkan karena mereka mengingkari Allah dan Rasul-Nya, mereka tidak shalat kecuali dengan malas, dan tidak bersedekah kecuali dengan terpaksa.” (QS At-Taubah: 54)</p><p></p><p>- Adapun berkaitan dengan ketika orang tersebut telah bertaubat maka tidak wajib mengganti shalat, puasa, dan ibadah lain yang ditinggalkan saat masih dalam keadaan tidak shalat.</p><p>Sebagaimana Allah subhanahu wa taala berfirman:</p><p>قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ</p><p></p><p>“Katakanlah kepada orang-orang yang kafir, jika mereka berhenti (dari kekafiran), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu...” (QS Al-Anfal: 38)</p><p>Ini berarti dosa-dosa masa lalu dihapus sepenuhnya, tanpa kewajiban mengulanginya.</p><p></p><p>Bagi orang yang hal tersebut dia harus melakukan taubat yang sungguh-sungguh, memperbanyak amal saleh, mendekatkan diri kepada Allah, serta memperbanyak istighfar.</p><p>Sebagaimana Allah subhanahu wa taala berfirman:</p><p>قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۖ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ</p><p></p><p>“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS Az-Zumar: 53)</p><p></p><p>- Ayat ini menegaskan rahmat Allah yang luas bagi siapa saja yang kembali bertaubat pasti Allah akan menerima taubatnya sekalipun dia berbuat dosa syirik.</p><p></p><p>Kesimpulan Utama</p><p></p><p>- Haji orang yang meninggalkan shalat tidak sah.</p><p>- Setelah bertaubat, ia tidak perlu mengganti ibadah yang ditinggalkan saat masih tidak shalat, namun wajib menjaga dan melaksanakan ibadah dengan benar mulai saat bertaubat.</p><p>- Taubat yang tulus menghapus dosa masa lalu sepenuhnya.<br></p><p>(Diterjemahkan dari Kitab Fatawa Arkanul Islam, Syekh Ustamin Hal.499)<br><br># umrah, biaya umrah 2026, Haji Khusus 2026, umrah jogja</p>
Pembimbing
Get an updates and open in your mobile right now!